Hari Sabtu kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Tanjung Bira. Sudah lama kami berencana untuk liburan tapi baru kali ini terwujud. Bira terkenal dengan pantainya yang indah dan pasir putih yang begitu bersih dan lembut. Perjalanan dari Sinjai ke Bira menempuh waktu ± 2 jam. Sehari sebelumnya dengan semangat saya mempersiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan. Namun sayangnya saya tidak punya alat snorkling. Padahal untuk snorkling, Biralah tempat yang tepat. Ada sih alat snorkling yang di sewakan tapi saya merasa tidak cocok bila harus memakai bekas orang. Jadilah saya hanya bermain pasir dan berenang. Sambil foto foto pastinya.
Matahari Bira disiang hari sangatlah terik. Tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk segera terjun. Awalnya saya agak ragu untuk turun kelaut. Melihat warna birunya laut yang sangat menggoda sehingga saya dengan rela membiarkan kulitku semakin gosong. Aroma khas pantai, langit biru yang indah, pasir putih yang begitu lembut dan ombak bergulung yang begitu rapinya sehingga membuat saya semakin mantap untuk segera menceburkan diri kelaut.
Banana boat juga ada disini, lumayanlah untuk memuaskan hasrat bermain main dilaut. Kami sangat menikmati semuanya. Ponakan ponakanku apalagi. Secara inilah kali pertama mereka dikenalkan dengan pantai. Biasanya dirumah mereka tidak diperbolehkan bermain air. Tapi kali ini mereka sangat puas. Wajah sumrigah sangat jelas mereka perlihatkan. Kata Abid “kolam renangnya sangat luas sekali”. Saya hanya tertawa mendengar celotehnya. Dalam hati saya protes, inilah akibatnya kalo anak anak tidak pernah diajak bergaul untuk mengenali alam lebih dekat. Mereka hanya mengenal mall. Jadi jangan salahkan mereka kalo laut dianggap kolam renang yang luas.
Kami menyewa satu villa untuk dijadikan tempat beristirahat. Villanya berhadapan dengan laut. Pemandangan laut sangat terlihat jelas didepan mata. Sewa villanya juga cukup murah. Untuk satu villa dikenakan tarif Rp. 150.000/hari. Sewa untuk setiap villa bervariasi. Tergantung dari lokasi dan fasilitas yang mereka miliki. Didepan villa karang besar membentuk seperti tebing.
Perut sudah mulai keroncongan pertanda harus di beri asupan makanan. Nasi kuning sudah siap menjadi santapan yang nikmat. Dan yang tersisa rasa kenyang. Masih belum merasa puas bermain air, sayapun kembali turun. Rasanya enggan untuk beranjak bila sudah terbuai oleh ombak yang tenang. Saya kembali tersadar kalau ciptaan Tuhan memang luar biasa. Sayangnya waktu begitu cepat beranjak. Saya harus beranjak meninggalkan pantai dan segera membersihkan diri. Kami harus pulang sore harinya. Pulang kerumah dengan segudang cerita tentang indahnya Pantai Bira.






kmonoarfa
14 June 2011 at 00:58
deh ini postingan bikin tambah hawa-hawa liburan. zzz
(
mau skali mka’ liburaaaaaaaaaan
i R a
14 June 2011 at 14:54
jadi kapan rombongan AM ke bira? yukkk
Emil Paduppa
14 June 2011 at 01:09
Pasir Putih . . .
aRuL
14 June 2011 at 01:22
Ah adalagi alasan untuk ke sana, setelah dibikin ngiler sama teman2ku di twitter dan facebooknya…
libur nanti semoga sempat ke sana
Nanie
14 June 2011 at 10:25
ayo liburan ke Biraaaaa
i R a
14 June 2011 at 14:55
qaqa nanie sembuh dulu doms……..
anbhar
14 June 2011 at 12:31
Bira…..
Ira
ra
a
i R a
14 June 2011 at 14:55
giewahyudi
18 June 2011 at 01:43
Pantainya keren banget, pengen sesekali ke Tanjung Bira
iRa
19 June 2011 at 23:37
yuk…ngga rugi lho
Budy
19 June 2011 at 12:33
Aihhh… Enak bgt liburannya.. Pemandangan lautnya juga ok lagi…
iRa
19 June 2011 at 23:38
yang pastinya keren pemandangannya….
nuralimahzan
27 July 2011 at 08:40
Ajak-ajak kita kodong kalo mau jalan-jalan ke Bira bia seru gitu. semoga pengalamannya di Bira menjadikan tambah kagum dengan ciptaan Allah swt.
sandra
1 February 2012 at 21:14
mau tanya nama villanya apa? pesan dmana? murah sekali rasanya..