“Sekedar Renungan Untukku”

Biarkan kaki membawa kita melangkah ke garis yang telah ditentukan olehNYA. Tak ada kata yang dapat keluar dari bibirku selain keterpanaan akan kenyataan hidup yang engkau hadapi. Melihat apa yang terjadi disekitarku semakin membuatku bergidik untuk melewati tahap hidup selanjutnya. Terlalu naif mungkin jika aku memutuskan untuk menjalani hidup seorang diri. Tertinggalkah aku dengan ketakutan dan rasa trauma yg berkepanjangan.

Melihat dan mendengar cerita tentang mereka yang ada di sekelilingku seakan memaksaku untuk memflash back semua kejadian yang  pernah kulewati. Aku juga pernah merasakan.  Tapi  akhirnya aku mampu tuk berdiri kembali walau semua itu butuh proses.  Waktu kan terus berjalan tanpa harus mau menunggu kita yang tetap  termangu dan tertinggal dengan kesakitan itu.

Aku juga pernah punya hati yang seperti kau ataupun mereka miliki tapi telah lama aku simpan di tempat yang tak mau aku buka kembali tetapi tak berniat untuk membuang cerita itu. Melepaskan orang yang kucintai  dan mencintaiku  demi untuk kebahagian mereka karena itu harus dia lakoni. Diantara rasa sakit itu masih ada cerita indah yg terselip yang tidak mungkin akan di hapus dan cukup untuk dijadikan sebagai kenangan. Membiarkan diri tersakiti sepanjang waktu. Membiarkan pikiran menerawang jauh dan memikirkan apa yang sedang dia kerjakan. Tapi itu dulu sebelum aku mampu berdiri sendiri seperti sekarang ini. Cerita itu aku jadikan sebagai cambuk jika di belakang hari akan terulang kejadian yang akan membuatku terjatuh lagi.

Seorang temanku pernah berkata padaku, kau jangan pernah biarkan dirimu tertinggal dengan rasa sakit yang kau derita sendiri. Kehidupanmu terus berjalan tanpa harus selalu memikirkan dia. Kau masih punya cerita di hari esokmu. Dan tak bosan bosannya temanku itu mengingatkanku. Sampai sekarang bahkan masih sering mengontrol apa yg aku lakukan.  Dengan kesadaranku sendiri akhirnya aku bisa menjadi yang seperti saat sekarang ini. Menjalani hidup tanpa harus bergantung pada orang lain. Menikmati waktu tanpa harus membebani orang lain. Dan semua itu membuat ku bahagia tanpa harus TERLUKA.

Advertisements

12 thoughts on ““Sekedar Renungan Untukku”

  1. upsss k nya ponakan ku yang satu ini seseorang yang baru hiks

    Let see masih perlu diomelin dak ya ???

    Koro2 menunggu kesempatan nah hahahahahahahahahahahaha

  2. #DN : hohoho…..nda ada yg menyakiti daeng…..

    #ally: makasih yah
    Peyuk peyuk Ally

    #tanteku yg bla bla…hohoho ponakanmu ini rindu koro²angta :*

  3. #lindong: kebetulan tisu dirumah habis. Dikaw emang peka deh :*

    #rara: makacih yah, eh utang curhat blom dilunasi bu

    #lindong: ga adaji yg terjadi

  4. pengalaman masa lalu yang “pahit” bisa ngebentuk sensitifitas perasaan kita terhadap orang lain yg sedang mengalami “pahit” tersebut.

    Cahyo kk kw ^_^, cemangat cemangat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s