“Sleepless”

Sedari tadi berusaha untuk tidur. Yang ada hanya bertambah gelisah. Tidak seperti biasanya saya tersiksa seperti ini. Berusaha mencari posisi tidur yg bisa membuatku terbawa ke aläm mimpi. Acara di tivi sudah tidak ada yg menarik untuk di tonton. Koleksi lagu di blackberyku sudah ku dengar semuanya.
Sepertinya biang keladi dari Semua ini karna kebanyakan ngopi sore tadi.
Dan saya juga baru ingat kalo seharian tidak ada sebiji nasi yg masuk ke perut. Bukan lupa atau sengaja diet tapi tidak pernah merasa lapar. Hanya sepotong roti yg sempat ku Comot di phoenam tadi. Duh sebentar lagi adzan subuh akan dikumandangkan, mataku tetap tidak mau di ajak kompromi. Mencari kesibukan dengan membaca buku the secret yg sejak 2 bulan lalu nongkrong di tas ku tapi belum tamat hingga kini. Hasilnya tetap nihil. Gelisahku makin menjadi jadi. Percuma membaca kalo tidak konsen.

Segala macam situs kujelajahi, blogwalking dan ngintip FS teman²ku.Semua itu hanya semakin membuatku bertambah gelisah.
Keringat dingin mulai mengucur seiring rasa takut yg ngga jelas.Berusaha menenangkan diri dengan dzikir.Rasa takut itu tetap ada akhirnya ku bangkit dan segera beranjak untuk wudhu dan shalat.
Perlahan rasa takut dan gelisah itu berangsur hilang.
Setelah perasaanku agak sedikit tenang, ku raih blackberryku dan mulai ngeblog lagi.
Teringat pertama kali mendapat teguran untuk berjilbab. Hari pertama di bulan ramadhan 2 tahun lalu.Setelah sahur langsung tidur. Dialam bawah sadarku saya merasa nyawaku sudah akan di cabut oleh malaikat pencabut nyawa.Rasa takut menyerangku. Saat itu saya berjanji jika di beri kesempatan tuk hidup maka saya akan memakai jilbab.Akhirnya setelah mengucap janji itu saya langsung terbangun.Tapi saya merasa itu bukan mimpi. Karena saat sadar semua pakaian yg ku pakai basah krn keringat. Setelah menenangkan perasaan, saya bergegas salat subuh dan dengan khusyuk berdoa memohon ampun atas semua dosaku. Mungkin dengan cara itu Allah memberi hidayah untukku agar memakai jilbab.

Orang rumah antara percaya dengan tidak saat mengumumkan niatku. Mereka sampai tidak bisa berkata kata. Tapi ku berusaha meyakinkan mereka kalo semua ini adalah kenyataan. Serentak kalimat “alhamdulillah” terdengar.mungkin dalam hati mereka berkata akhirnya si tomboy itu sadar juga. Saking senangnya mereka sampai membelikan jilbab dkk sebagai hadiah lebaranku.Dan tepat 1 syawal 2 tahun lalu ku mulai hidup baruku.
Yah, akhirnya sampai sekarang walopun belum sebenar benarnya jilbab.

Kadang jika ketemu dengan teman lama, mereka melongo sambil berkata ” kau kah itu Ira”namun sy hanya senyum melihat ketidakpercayaan mereka.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok.

Adzan subuh sayup² berkumandang di luar sana. Saatnya wudhu dan bersujud. Terima kasih ya Allah karena masih di beri kesempatan untuk menikmati semua ini.

Catatan untukku : Jangan terlalu sering ngopi. Hihihi….

Advertisements

4 thoughts on ““Sleepless”

  1. akhirnya dirimu bertobat juga kakakku…!!!
    skrg sdh waktunya utk menata masa depan dgn mencari pria utk dijadikan suami.

    😀 *kaburr seblm dikandatto*

  2. inget ga pertama kali sa bilang waktu liat k irha pakai jilbab…” wah cantiknya kk ku..”. insyaAlloh hati ta juga tambah cantik ukhti ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s