Lelah itu

Entah ini yang keberapa kali ku bolak balik makassar-sinjai. Lelah yang tak terkira. Sebelum memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, segala macam resiko sudah ku pertimbangkan. Dan inilah pilihan hidupku. Apapun resikonya aq sudah harus siap menerimanya. Termasuk menikmati lelah ini. Lelah karna perjalanan yang cukup panjang. Sebagian waktuku kuhabiskan di perjalanan. Akh…..aq akan mencoba untuk menikmatinya……

Advertisements

8 thoughts on “Lelah itu

  1. *nyanyi2 mulan jamaela mode on*

    “aku bukan wonder woman-mu
    yang bisa terus menahan
    rasa sakit karna mencintaimu
    hatiku ini bukanlah hati
    yang tercipta dari besi dan baja
    hatiku ini bisa remuk dan hancur”

    Wakakakakaka…comment sampah ma sedeng. đŸ˜€

  2. #Ina: hihihi…..thanks Na….lagi belajar untuk jadi wondeer woman neh…kali kali aja bisa….wink wink…

    #rara: pastilah Bu…mau nggak mau harus di nikmati dan di jalani. Sekalian melepas kangen dengan teman teman tokh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s