“Delapan Juli”

Tik tak tik tak…..jarum jam sebentar lagi menunjukkan pukul 00.00 pertanda umurku berkurang satu. Berkurang lagi jatah hidup di dunia ini. Well ternyata saia sudah semakin tuwir aja. Banyak ucapan yang saia terima baik itu melalui sms, email, telpon dan bahkan private message. Ternyata masih banyak yang mengingat akan hari pentingku. Walaupun setiap kali delapan juli saia tidak pernah merayakannya. Entah kenapa!!!

Saia bahkan tidak pernah bisa menggambarkan bagaimana bentuk perasaanku, bagaimana euforianya saia saat menerima ucapan ulang tahun dari keluarga, teman temanku serta orang orang sekitarku. Ada keharuan tersendiri yang saia rasakan saat menerima ucapan dan doa yang mampu membuatku melayang entah kmana. Bukan pada kado yang mahal tapi oleh sebuah sugesti bahwa saia masih menempati sebuah ruang di hati orang lain.

Terima Kasihku untukMU  atas nikmat yang di berikan. Yang telah memberiku umur dan waktu untuk menjalani hari hariku. Terima Kasihku untuk Ibundaku tercinta yang penuh dengan kesabaran telah menjadikanku hingga seperti ini walaupun belum ada sesuatu yang saia perbuat untuk membalas semuanya. Terima Kasihku sudah di beri sahabat, teman yang mau menerima apa adanya diriku dan mau mendengar celotehanku.

Semoga dengan usia yang sudah banyak angkanya saia makin kuat menghadapi cobaan
hidup….:)

Delapan Juli Dua Ribu Delapan

Advertisements

One thought on ““Delapan Juli”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s