Marah?

Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan juga yang menentukan. Kata kata itu pas banget buat saya sekarang ini. Tapi saya tetap berusaha untuk sabar agar marah ini tidak meledak ledak bagaikan bom. Jadi ceritanya begini…2 minggu lalu saya ke tukang jahit bawa kain untuk di jahit dan sesuai dengan order, baju itu sudah harus jadi sore ini. Ternyata oh ternyata sampai hari ini kain sutra itu belum berbentuk baju. Dan parahnya lagi besok pagi sudah harus berangkat ke Makassar untuk acara kawinan yang mau saya hadiri. Pengen marah ke ibu tukang jahit tapi kasian juga. Naluri ku tidak tega untuk melampiaskan kemarahanku ke ibu itu. Saya hanya diam dan tidak bisa berkata kata. Tapi hati kecilku sangat tersiksa. Seluruh badan rasanya gemetar karna menahan emosi. Tapi seperti kataku tadi, saya tetap tidak bisa melakukan nya. Hanya air mata yang meleleh yang menggantikan rasa marah ku itu.
Saya selalu berusaha mengontrol kemarahanku untuk hal hal yang tidak perlu. Kecuali kalo sudah di batas kewajaran barulah meledakkan bom bom itu. Hehehe….dan solusi nya kali ini besok ke acara kawinan pake baju yang lama aja. Hiks…..tolong deh….

Advertisements

4 thoughts on “Marah?

  1. Sabar ki di’, seperti kita bilang “Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhan juga yang menentukan.” Jadi pakai mi ki baju yang lama ta’ lagi, mungkin dengan pakai baju lama ta’, tambah kelihatan cantik ki dibanding dengan baju baru ta’ yang masih dijahit. Tuhan itu maha adil loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s