JINS Bukan Jeans

JINS bukanlah Jeans. Tapi itu gelar buat persahabatan kami. Entah siapa yang pertama kali menggelari kami seperti itu. Yang pasti datangnya dari teman-teman alumni SMA. Adalah saya, Ayu, Ile dan Melati member JINS itu sendiri. Menurut teman-teman kami, katanya JINS itu Jomblo Imut dan maNiS *ditabok*. Pertemanan kami bermula dari SMA. Saya dan Ayu sih kenalnya sejak kecil secara kami saudara sepupu. Semasa SMA kami tidak terlalu sering bersama karena kelas kami beda-beda. Kecuali saya dan Ile yang memang sekelas sejak kelas dua. Apalagi setamat SMA, kami sudah jarang bertemu. Masing-masing punya kesibukan. Nanti setelah tamat kuliah dan kerja, kami memulai pertemanan yang sempat terputus itu. Seiring dengan adanya arisan alumni SMA yang mempertemukan  dan reuni tahunan selepas lebaran Idul Fitri yang semakin mengakrabkan kami. Belakangan grup JINS bertambah dengan seringnya Iccung ikut berkumpul bersama kami. Iccung ini kebetulan adik sepupu saya juga. Di setiap acara kumpul-kumpul, Iccung kerap ikut meramaikan. Akhirnya lama-kelamaan dia susah untuk move on. Pernah suatu waktu kami bercanda dengannya “Jangan sering ikut dengan kami, nanti kamu ketularan menjadi jomblo” 😀 dan benar saja itu terjadi. Jadi becandaan kami waktu itu semacam kutukan buat Iccung. Karna akhirnya dia bergabung dengan perempuan 30+  maaf yah Iccung 😀

Hanya Ile yang tinggal berjauhan di antara kami berlima. Secara Ile ini nomaden. Kadang di Makassar, kadang ke Palu juga untuk tugas kenegaraan. Tapi jarak tidak menjadi kendala karna sekarang ini sudah sangat mudah menggunakan fasilitas tekhnologi komunikasi. Facebook dan blackberry messenger  yang mendekatkan kami. Awalnya di antara berlima, hanya saya saja yang pengguna blackberry. Untuk berkomunikasi, hanya menggunakan fasilitas telpon dan sms. Saya memulai memberi edukasi kepada mereka bahwa jaman sekarang adalah era digital. Mulai mengenalkan mereka internet agar tak gagap tekhnologi. Facebook yang pertama kali saya jejalkan ke mereka. Setelah mereka melek facebook, saya mulai meracuni agar memakai blackberry. Saking semangatnya saya meracuni blackberry , saya sampai digelari marketingnya RIM. Gayung bersambut akhirnya saya berhasil menyeret mereka ke dunia blackberry.

Komunikasi di antara kami semakin intens. Setiap saat setiap waktu tak hentinya mengoceh di grup bbm. Ada-ada saja yang menjadi pembahasan kami. Mulai dari yang penting hingga yang tidak penting sama sekali. Grup bbm dijadikan ajang tempat sampah untuk kami. Mengeluh tentang boss yang aroganlah, tentang pekerjaan yang tidak ada habisnya dan tentunya juga terkadang diselingi curhat colongan tentang jodoh. Bahkan mengomentari status teman-teman kami yang kadang lucu. Ile yang paling jarang ngumpul secara fisik. Tapi secara maya, dialah yang paling getol, paling bawel dan juga paling rajin segala-galanya. Juga paling sering patah hati. Ayu kami gelari batu karna seumur-umur belum pernah pacaran. Setiap ada yang mendekat, dengan serta merta pasti ditolak. Melati, dia yang paling tomboy, tidak suka dandan tapi hatinya selembut salju…uhuk. Iccung yang paling manja, cengeng dan tidak mandiri. Juga paling percaya diri jika berurusan soal hati dan lelaki. Selalu menjadi korban bullying kami. Secara dia yang paling muda. Sedang saya? Pelengkap di antara mereka semua. Saya bisa menjadi apa saja. Kadang bijak tetapi lebih banyak galaunya. Klop…sempurna!

Setiap pertemanan selalu ada pasang surutnya. Tidak selamanya berjalan mulus. Apalagi diikuti dengan sifat dari masing-masing yang terkadang ego lebih banyak bicara. Sudah banyak drama yang mewarnai persahabatan kami. Tidak mudah menyamakan beberapa karakter yang berbeda. Kerap sifat tidak saling mengerti yang lebih menonjol. Tapi ketidakmengertian itu berhasil dilewati karna adanya saling membutuhkan diantara kami. Semuanya mengalir begitu saja. Selalu saling mengingatkan, jika salah seorang diantara kami melakukan kesalahan. Pun begitu juga jika diantara kami ada  yang lagi galau. Maka tugas yang lainnya adalah menambah galaunya #eh 😀

Kami selalu punya planning untuk jalan-jalan. Jadwal jalan-jalan kami yang paling juara ketika bulan Mei kemarin. Trip KL dan Singapore. Dan impian kami suatu saat kami bisa umroh bareng. Amin 🙂 sayangnya diantara trip-trip itu, Ile belum pernah bergabung. Terlalu banyak tugas kenegaraan yang mengharuskan dia untuk tidak kemana-mana. Kami mahfum atas itu. Bukankah persahabatan harus saling mengerti? Selain jalan-jalan kami mempunyai kegemaran makan-makan dan nongkrong. Mengunjungi kafe dari yang termahal dan yang termurah. Dan kami juga paling jago mengompori teman alumni SMA yang sudah menjadi boss untuk sekedar ngumpul lalu makan-makan. Itu hanya sebagian kecil yang sudah kami lewatkan bersama.

Obrolan-obrolan absurd kerap terlontar. Keluh-kesah tentang orang-orang yg selalu menertawai kejomblohan kami yang selalu menjadi topik. Banyak di sekitar yang terlalu pusing dengan pilihan hidup yang kami jalani. Dan lucunya kekepoan itu berasal dari orang luar, bukan keluarga terdekat ataupun orang tua. Apakah kami harus mengadakan konfrensi pers dan membahas kenapa kami belum juga memikirkan untuk menikah. Terlalu banyak orang yang tingkat kekepoannya melewati batas.  Tokh ini kan hidup kami sendiri. Yang menjalaninya bukan kalian. Dan yang paling penting kami ini masih NORMAL. Masih butuh belaian lelaki dan juga pasangan hidup. Tapi semua ada waktunya. Jika saatnya tiba semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Dan ketika itu sudah siap menikah dan mempunyai calon yang bisa menggetarkan hati. Tsahhh….

Dan pada akhirnya sampai sekarang kami merasa baik-baik saja. Tetap mempunyai mimpi untuk bisa travelling ke seluruh Indonesia dan juga ke luar negeri. Dan berharap mendapatkan pasangan yang sehobi dan mau menerima kami apa adanya 🙂

Advertisements

2 thoughts on “JINS Bukan Jeans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s