#PaluTrip : Menuntaskan Rasa Penasaran pada Kaledo

Banyak teman bertanya kenapa memilih Palu sebagai destinasi jalan-jalannya. Apa yang menarik di Palu sampai harus bela-belain ke Palu. Sepertinya ada yang salah kalau memilih destinasi jalan-jalan ke tempat yang tidak terlalu terkenal. Padahal liburan ataupun jalan-jalan ke manapun judulnya tetap jalan-jalan. Apalagi bersama dengan sahabat-sahabat tertjinta. Tsah….

Salah satu alasan kenapa memilih Palu adalah karena penasaran dengan kulinerannya. Ya ya ya…judulnya tetap “makan” ihik :)) Baiklah…mari bahas kulineran apa yang menarik di Palu.

Kaledokaledo

Dari bandara kami tidak langsung menuju hotel. Tetapi terlebih dahulu kami dibawa ke warung kaledo. Kaledo adalah makanan khas Palu yang paling membuat saya penasaran. Kaledo adalah singkatan dari kaki lembu donggala.  Sampai harus datang dari jauh demi kepo terhadap kaledo :)) Beruntung punya guide yang hapal soal makanan apa yang enak dan layak dicoba. Terima kasih Kak Hatta dan Ile.

Oh yah kak Hatta ini kakaknya Ile sahabat saya. Saya kenal kak Hatta sejak dari SMA dulu. Karena sejak dulu saya suka berkunjung ke rumah Ile. Dan sekarang kak Hatta dan keluarganya menetap dan bertugas sebagai pns di Palu.

Kami dibawa ke warung kaledo “Stereo” yang ada di jalan Diponegoro no 40. Sepertinya ini warung kaledo yang paling terkenal di Palu. Kaledo adalah sup kaki sapi. Tulang-tulang kaki sapi dimasak hingga empuk ditambah berbagai bumbu. Seperti asam jawa, cabe rawit dan garam. Kuahnya yang bening namun bumbu pada kuah sangat kuat. Rasanya sangat segar dan nikmat.

Dari segi bentuknya, hampir mirip dengan sop konro ataupun sop kikil. Yang membedakan adalah kuahnya. Kuah kaledo terasa lebih segar karena ada campuran asam jawanya. Yang pasti makan siang pertama di Palu sangat berkesan apalagi ditraktir oleh kak Hatta. Hohoho…

Kaledo Stereo

Kaledo Stereo

Yang menarik saat menikmati kaledo adalah pada cara makannya. Daging yang menempel di tulang dan sumsum yang terdapat di dalam rongga tulang tersebut sangat lezat untuk dinikmati. Oleh karena itu  cara penyajian masakan yang satu disediakan garpu, pisau ataupun pipet, yang berfungsi untuk mengeluarkan sumsum dari rongga-rongga tulang sapi tersebut.

Sayangnya, kami tidak sempat menikmati kaledo yang disajikan dengan ubi rebus. Ini semua salah Ile. Huuh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s