#KampungGajah : RoadTrip Sulawesi Selatan

Trip ini sebenarnya sudah lama tepatnya pada bulan Mei dua ribu empat belas dan ceritanya juga sudah sedikit terlupakan namun tetap dibela-belain untuk diblogkan. Kenapa diberi judul hastag #KampungGajah? Karena peserta trip kali ini berasal dari milis id-Gmail aka kampung gajah. Sejak beberapa bulan sebelumnya, bundhoot dan dria menyampaikan kalau akan ke Makassar. Dan kebetulan pada saat yang sama Rara juga sedang berada di Makassar. Maka kloplah untuk merancang tujuan jalan-jalannya ke mana saja. Sebelumnya kami sudah berputar-putar di kota Makassar. Tentu saja menikmati berbagai macam kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Makassar.

Sejak awal, bundhoot dan dria sudah menjatuhkan pilihan  Tanjung Bira dan Toraja. Saya dan Rara hanya bisa menemani ke Tanjung Bira. Jadilah kami mencari orang yang bisa menemaninya ke Toraja. Beruntung Made dan Rama, teman-teman dari Komunitas Blogger Makassar bersedia menemani. Bagi-bagi tugas ceritanya dalam hal menyambut tamu dari jauh :D. Jadi tidak ada masalah lagi. Setelah semua beres, akhirnya kami memulai roadtrip SulSel dengan tujuan Tanjung Bira. Yeayyy….!

Menikmati Kuliner Sepanjang Jalan

kulinerMungkin ini adalah perjalanan paling lama yang ditempuh selama ini. Biasanya hanya memerlukan kurang lebih 4-5 jam untuk sampai ke Bira. Tapi kali ini, kami menghabiskan waktu hampir 7 jam di perjalanan. Bagaimana tidak, setiap kabupaten yang kami lintasi, selalu mencari makanan apa yang wajib dicoba. Sayalah yang mempunyai tugas untuk menunjukkannya. Secara saya yang paling hapal dengan daerah yang dilalui. Mulai dari Limbung, mampir untuk beli putu cangkir. Kemudian di Jeneponto mampir di rest area sembari berisitirahat sebentar dan menikmati berbagai jajanan yang ada di situ. Seperti gogos dan buras. Serta mampir beli roti kasur di Bantaeng. Perjalanan yang menyenangkan itu adalah ketika menikmati kuliner daerah setempat.

Tidak terlewatkan jika ada spot menarik untuk diabadikan dengan kamera. Sepanjang perjalanan disuguhkan dengan berbagai macam pemandangan,mulai dari hamparan sawah yang membentang, empang yang berjejer rapi, rumah-rumah panggung serta pantai-pantai yang cantik. Dria yang begitu excited melihat kerbau. Secara di Jekardah tidak pernah melihat sawah, empang dan sapi yang berbaris santai di jalanan.

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang lumayan lama, kami pun tiba di kawasan Bira pada sore hari. Masih keburu untuk menikmati sunset. Setiap kali ke pantai, pertamakali yang saya cari adalah keindahan matahari terbenam dan matahari terbitnya. Tapi sayang sore itu sunset seakan malu-malu menampakan dirinya. Tak apalah, semoga keesokan hari sunrise dapat mengobati kekecewaan.

Menikmati Sunset yang malu-malu di Tanjung Bira

Mungkin Bira tak seeksotik dengan pantai-pantai cantik lainnya. Tapi Bira mempunyai daya tarik sendiri. Hanya sayang,  kebersihan pantainya tidak diperhatikan. Pasir putihnya tidak nampak lagi berkilau karena tertutupi sampah-sampah para pengunjung. Penginapannya juga sudah mulai nampak tak terawat serta terbatasnya persediaan air bersih. Ada sih beberapa resort mewah tapi harganya sangat tidak bersahabat dengan kantong. Tapi di balik kekurangannya, Bira masih selalu dirindukan.Yang selalu membuat saya terkagum-kagum akan Pantai Bira ketika siang hari adalah ketika menyaksikan gradasi warna laut yang terlihat biru hingga kehijauan dipadu dengan cerahnya biru langit. Sebagai penyuka warna biru ini merupakan hal sangat luar biasa untuk dilewatkan.

Photo by Endhoot

Selain Bira, masih banyak spot menarik lainnya yang ada di kawasan tersebut. Namanya Pantai Bara. Kawasannya belum terlalu ramai dikunjungi dan pantainya masih bersih. Sudah ada beberapa cottages tetapi harganya tidak bersahabat. Akses untuk ke sanapun masih belum terlalu bagus untuk dilalui kendaraan kecil. Banyaknya tanjakan dan jalan yang berbatu. Mobil rara sepertinya tidak mampu melewatinya, sehingga kami urung untuk ke sana.

Tak hanya itu, tak jauh dari Bira ada dua pulau kecil lainnya di seberang Pantai Bira yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe. Untuk menikmati snorkeling, di sanalah tempatnya yang pas. Tapi pulau ini dilewatkan lagi karena terbatasnya waktu.

Berburu Sunrise di Pelabuhan Bira

20140527_060644

Tak jauh dari Bira, ada spot menarik untuk menikmati matahari terbit. Pelabuhan Bira merupakan penyeberangan untuk ke Selayar. Dan keesokan paginya, kami membuktikannya. Semua kekecewaan dengan sunset yang malu-malu kemarin menguap menjadi kekaguman akan matahari terbit yang kami saksikan pagi itu. Ditambah dengan deretan perahu-perahu nelayan yang menambah indahnya pemandangan pelabuhannya.

20140527_061835

Pantai Kaluku

20140527_065126_1Matahari mulai terang ketika kami meninggalkan pelabuhan. Rasa lapar mulai menganggu. Di Pantai Kaluku ada kafe yang makanannya lumayan enak. Pantai Kaluku tak jauh dari pelabuhan. Pantainya seperti private beach gitu. Saya tahu pantai ini sewaktu acara jalan-jalan bersama teman-teman AM beberapa waktu lalu. Dan saya tahu kafe itu karena pernah sarapan di sana. Selain pantai dan kafe juga terdapat pembuatan kapal pinisi. Jika ingin menikmati liburan yang tenang, maka pantai kaluku ini tempat yang pas. Hanya deburan ombak yang terdengar. Pun saat bermain di pantai seperti punya pantai sendiri. *menghayal mode on*

20140527_065156

Tibalah saatnya untuk pulang. Setelah sehari menikmati Bira. Puas menikmati suasana pantai dan pasir putihnya, matahari terbenamnya yang malu-malu serta matahari terbitnya yang begitu mengagumkan. Perjalan pulang masih ada spot yang tak akan kami lewatkan. Mampir di pembuatan kapal pinisi di desa Tanah Beru. Melihat-lihat proses pembuatan kapal pinisi dan berbincang-bincang dengan para pembuat perahunya. Ternyata harga kapal pinisi sangat fantastis. Bisa mencapai milyaran. Wow…!

Setelah puas berbincang-bincang serta melihat-lihat berbagai macam kapal pinisi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Makassar. Tak lupa mampir di Jeneponto untuk makan siang menikmati Coto Kuda dan mampir di Takalar menikmati suguhan jagung rebusnya. Liburan yang sangat menyenangkan bersama dengan teman-teman tertjinta.

 pinisi

Advertisements

3 thoughts on “#KampungGajah : RoadTrip Sulawesi Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s